Berpandai-pandailah Dalam Bergaul

  
 Kenyamanan, kedamaian, kenikmatan, keselarasan, kebahagiaan merupakan sesuatu yang didambakan. Hanya saja, hal tersebut terkadang tidak didapatkan, namun yang diperoleh adalah kepedihan, persengketaan, diejek, disakiti, difitnah, dijauhi. Itulah hal yang bisa dialami siapa saja, meski orang tersebut adalah orang yang beriman.

Mengisi lembaran kehidupan dengan menjadi hamba Allah yang baik adalah yang seharusnya. Dan percayalah, menjadi hamba Allah yang baik, bukan merupakan lembaran kehidupan yang menyakitkan, ini tidak boleh itu tidak boleh. Persepsi yang ada terkadang butuh dibenahi. Sering sesuatu dianggap enak di hati, padahal merupakan kemaksiatan yang akibatnya akan pahit.
Dan seharusnya menganggap menaati Allah, beribadah kepada-Nya, mencari ilmu,
mengerjakan sesuatu yang bermanfaat merupakan nikmat dan sesuatu yang membahagiakan. Sehingga, hasrat hati pun ingin selalu mengerjakannya. Kita boleh punya teman, namun hendaknya
selektif memilih orang yang kita jadikan teman, apalagi memilih teman karib. Kita juga dibolehkan bergaul (berinteraksi) dengan orang lain, asal pergaulan yang ada tidak mendatangkan murka
Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bergaul dengan orang lain punya manfaat. Karena keberadaan manusia adalah saling melengkapi atas kepemilikan dan ketidakmilikan. Namun demikian,tak setiap pergaulan akan membawa
kebaikan. Pada kehidupan manusia, ada sisi baiknya namun juga ada sisi buruknya. Sehingga, pada saat-saat tertentu kita bisa bergaul dengan orang lain, namun pada saat yang lain kita menjauh.
Selain itu, peduli dengan kondisi kehidupan manusia. Sebenarnya manusia butuh dinasehati. Karenanya, nasehatilah orang yang bermaksiat supaya tidak mengerjakan kemaksiatan, dan ajaklah mengerjakan kebaikan. Itulah yang juga merupakan manfaat bergaul dengan orang lain.

Berpandai-pandailah Dalam Bergaul Berpandai-pandailah Dalam Bergaul Reviewed by Joe_Notonagoro on September 27, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.